Rabu, 19 Oktober 2011

fisiologi tumbuhan


KATA PENGANTAR
          Puji syukur kepada tuhan yang maha Esa yang telah memberikan berbagai karunianya kepada penyusun, sehingga laporan ini dapat di susun dan di selesaikan seesui dengan waktu yang di inginkan.
          Laporan peraktikum ini merupakan laporan tentang peraktikum Fisiologi tumbuhan 1 yang akan membantu mahasiswa dalam melaksanakan ujian. Dengan adanya laporan peraktikum Fisiologi tumbuhan 1 ini dapat mwmpersiapkan diri untuk mengikuti ujian peraktikum. Dalam hal ini mahasiswa senantiasa di tuntut bersikap  ilmiah yang kelak dapat ditunjukkan oleh hasil evaluasi.
Kegiatan peraktikum berbobot 1 sks, bersiap wajib dan turut menentukan nilai dalam KHS
         Penyusun telah berusaha maksimal dalam menyusun laporan peraktikum ini. Jika terdapat kekurangan dan kekeliruan, diharapkan saran dan keritiknya yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini.



                                                                                        Mataram ,24 mei, 2011

                                                                                        Penyusun




BAB I PENDAHULUAN

Buku tentang peraktikum Fisiologi tumbuhan 1ini di  rancang untuk mata kuliah Fisiologi tumbuhan l biasanya di berikan kepada semester IV denganbobot 1 sks.
             Tujuan umum peraktikum Fisiologi tumbuhan 1ini  untuk memahami bagaimana secara umum mekanis me pematangan Dormansi, bagaimana proses terjadinya Transfirasi, serta apa saja faktor –faktor yang berpengaruh terhadap perkecambahan , dan mengetahui pengaruh cahaya terhadap arah pertumbuhan tunbuhan
               Selanjutnya pada bagian-bagian di lengkapi dengan hasil pengamatan dan pembahasan, selain itu pula masih terdapat satu lagi dalam buku ini, yaitu pada bagian penutup berisi  rangkuman semua materi dan instrument evaluasi.
 
1.1  Latar belakang            
              Untuk mengetahui  tentang peraktikum fisiologi tumbuhan 1yang mengkaji berbagai macam peruses terjadinya pematangan dormansi,terjadinya trnspirasi,perkcambahan serta mengetahui bagaimana arah pertumbuhan tanaman itu sendiri . khususnya pada saat melakikan percobaan pematangan dormansi atau masa istrahat suatu tumbuhan di sana menupas  secara tuntas mengenai Embrio beberapa benih mempunyi masa istirahat antara perkembangan dan perkecambanhan. Karena pada saat pengamatan ada pula diguanakan embrio yang belum masak pada biji.
    
             
1.2  Tujuan
Untuk kepentingan mahasiswa sendiri dalam persiapan peraktikum. Dan bisa membedakan suatu tumbuhan berdasarkan sifat fisiologinya.





BAB II ACARA PRAKTIKUM

2.1 Acara 1 ( DORMANSI)
     2.1.1. Tujuan
Untuk mengetahui mekanisme pematahan dormansi secara fisis,mekanis,kemis, dan fernalisasi.
2.1.2. Kajian pustaka
         Dormansi memungkinkan di kendalikan oleh suatu hormon perangsang pertumbuhan dimana hormone tersbut berupa hormone Gibrelin  dan hormone penginduksi dormansi. Dimana pada masa istiraha suatu tumbuhan hormone gibrelin berperan sebagai menstimulasi produksi enzim dalam benih pada peruses perkecambahan. Di man factor penyebab dormansi yaitu disebabkan inpermiabilitas kulit benih tehadap air.
           Yang menyebabkan terjadinya perkecambahan adalah daerah merah dari spektrum sedangkan sinar infra merah menghambat perkecambahan. Efek dari kedua daerah di spektrum ini adalah mutually antagonistic (sama sekali bertentangan): jika diberikan bergantian, maka efek yang terjadi kemudian dipengaruhi oleh spektrum yang terakhir kali diberikan. Dalam hal ini, biji mempunyai 2 pigmen yang photoreversible (dapat berada dalam 2 kondisi alternatif)
             Kebutuhan akan cahaya untuk perkecambahan dapat diganti oleh temperatur yang diubah-ubah. Kebutuhan akan cahaya untuk pematahan dormansi juga dapat digantikan oleh zat kimia seperti KNO3, thiourea dan asam giberelin.

Biji membutuhkan suhu rendah

           Biasa terjadi pada spesies daerah temperate, seperti apel dan Familia Rosaceae. Dormansi ini secara alami terjadi dengan cara: biji dorman selama musim gugur, melampaui satu musim dingin, dan baru berkecambah pada musim semi berikutnya. Dormansi karena kebutuhan biji akan suhu rendah ini dapat dipatahkan dengan perlakuan pemberian suhu rendah, dengan pemberian aerasi dan imbibisi.
Ciri-ciri biji yang mempunyai dormansi ini adalah:
   a.  jika kulit dikupas, embrio tumbuh
b. embrio mengalami dormansi yang hanya dapat dipatahkan dengan suhu rendah
c. embrio tidak dorman pada suhu rendah, namun proses perkecambahan biji masih membutuhkan suhu yang lebih rendah lagi
d. perkecambahan terjadi tanpa pemberian suhu rendah, namun semai tumbuh kerdil
e. akar keluar pada musim semi, namun epicotyl baru keluar pada musim semi berikutnya (setelah melampaui satu musim dingin)

2.1.3. Alat dan Bahan
2.1.3.1. Alat
1)      Alat pemanas
2)      Alat pendingin
3)      Panic
4)      Amplas
5)      Cawan petri
2.1.3.2. Bahan
1)      Biji Tamaridus indicus
2)      Air  
3)      H2SO4 / HCL
4)      Kertas table

2.1.4. Hasil pengamatan
2.1.4.1. Tabel 1.1 hasil pengamatan
No
Hari/tgl
Perubahan biji
paraf
Ket
Fisis
Kemis
fernalisasi
Mekanis
1
Kamis/05/5/ 2011
Bijinya kliatan sedikit membengkak
Bijinya sudah kliatan membengkak
Bijinya membengkak
Bijinya sudah sebagian membengkak


 2
Sabtu /07/05/2011
-bijinya sudah sebagian membengkak
Bijinya sudah kliatan mengelupas dan membengkak
Bijinya sebagian  membengkak dan kulitnya hamper terklupas
Biji sudah membengkak dankulit mulai terklupas 


3
Senin /9/05/2011
Kult pada bijinya sudah mengelupas 
Bijinya sudah kliatan endosperemnya
Sebagian kulit pada bijinya membengkak,dan mengelupas
Biji semakin membengkak dan berlendir


4
Rabu /11/05/2011
Kulit pada bijinya semkin menglupas dan sudah kliatan endospermny
Semakin mengelupas dan endosperemnya kliatan
Bijiny kini semakin menglupas dan membesar.
Bijinya sudahmengelupas dan sebagian endospermny kliatan


5
Jum’at/13/05/2011
-bijinya semakin berlendir dan mengelupas dan sudah kliatan epidermisny 
Kulit pada bijinya semakin mengelupas dan endosperemnya sudah nyata keliatan
Sebagian bijinya semakin menelupas dan,sebagian juga sudah kliatan endospremnya
Sudah semakin kliatan endosperemny


6
Minggu/15/5/2011
Kulit pada bijinya sudah kliatan menipis dan hamper semua epidermis Nampak
Bijinya sudah banyak mengalami perubahan slahsatunya kulitnya sebagian rusak 
Kini sudah Nampak kliatan endospremnya
Kulit bijiny semakin tipis dan endospremnya kliata berjamur


7
Selasa/17/05/2011
Kulitnya menipis epidermisnya sudah Nampak
Bijinya sudah mengalami kerusakan
Bijinya pun sudah kliatan menalami keretakan tpi blim kliatan epidermisnya.
Bijinya sudah nyata kliatan endosperemnya,tapi blim kliatan epidermisnya











2.1.4.2. Pembahasan
                       Pada saat melakukan pengamatan pertama pada acara satu yaitu Dormansi dapat kami amati, begitu banyak perubahan yang kami amati dimana pada penagamatan pertama yaitu pada perlakuan Fisis, biji Tamarindus indicus banyak mengalami perubahan baik dari mulai semakin membengkaknya kulit sehingga terjadi pengelupasan dan terlihatnya endosperem dan epidermiosnya pada bijinya akibat dari factor perebusan biji Tamarindus indicus . begitu pula pada perlakuan Kemis di mana pada saat pengamatan bijinya dari mulai pengamatan sudah banyak perubahan smpe pada pengamatan yang ke 6-7 bijinya sudah mengalami kerusakan, karena pada saat melakukan percobaan kemis, disana sudah ditambahkanbahan kimia brupa H2SO4/ HCL. Selanjutnya pada perlakuan yang menggunakan Mekanis atau penggosokan kulit pada biji Tamarindus indicus setelah dicampurkan air dan di diamkan beberapa lama ternyata bijinya bayak mengaalami perubahan selain endosperemya nyata kliatan epidermisnyapun sudah sebagian keliatan. Sampe pengamatan terahir di amati. Fernalisasi pada saat melakukan  pendinginan atau fernalisasi kemudian bijinya di rendam dalam air dan ddiamkan perubahan yang terjadi pada pengamatan yang pertama sampe terahir yaitu kulit bijinya kliatan membengkak, mengelupas, sampe kliatan endosperemnya. Dan ini semua termasuk dalam cirri-cir biji yang mempunyai dormansi, karena bihji dan emberio mengalami dormansi yang hanya dapat di patahkan dengan suhu rendah dan jika kulit terklupas embrio tumbu







2.2.  ACARA II( TRANSPIRASI/ TRANSPORTASI)
       2.2.1 Tujuan
Mengetahui pengaruh jumlah dau terhadap kecepatan transpirasi pada tumbuhan
2.2.3  Kajian pustaka
                  Ttanspirasi merupakan peroses kehilangan air dalam bentuk uap air dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Proses tersebut dinamakan transpirasi. Sebagian besar dari jaringan yang terdapat dalam daun secara langsung terlibat dalam transpirasi. Pada waktu transpirasi, air menguap dari permukaan sel palisade dan mesofil bunga karang ke dalam ruang antar sel. Dari ruang tersebut uap air berdifusi melalui stomata ke udara. Air yang hilang dari dinding sel basah ini diisi air dan protoplas. Persediaan air dari protoplas, pada gilirannya, biasanya diperoleh dari gerakan air dari sel-sel sekitarnya, dan akhirnya tulang daun, yang merupakan bagian dari sistem pembuluh yang meluas ke tempat persediaan air dalam tanah
                    Sebatang tumbuhan yang tumbuh di tanah dapat dibayangkan sebagai dua buah sistem percabangan, satu di bawah dan satu lagi di atas permukaan tanah. Kedua sistem ini dihubungkan oleh sebuah sumbu utama yang sebagian besar terdapat di atas tanah. Sistem yang ada dalam tanah terdiri atas akar yang bercabang-cabang menempati hemisfer tanah yang besar. Akar-akar terkecil terutama yang menempati bagian luar hemisfer tersebut. Karena sumbu yang menghubungkan akar dan daun memungkinkan air mengalir dengan tahanan wajar, maka tidak dapat dielakkan lagi bahwa air akan mengalir sepanjang gradasi tekanan air yang membentang dari tanah ke udara dalam tubuh tumbuhan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRANSPIRASI
A. Faktor Dalam yang Mempengaruhi Transpirasi
Kegiatan transpirasi terpengruh oleh banyak faktor baik faktor-faktor dalam ataupun faktor-faktor luar, yang terhitung sebagai faktor-faktor dalam adalah:
• Besar kecilnya daun
• Tebal tipisnya daun
• Berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun
• Banyak sedikitnya bulu di permukaan daun
• Banyak sedikitnya stomata
• Bentuk dan lokasi stomata
Hal-hal ini semua mempengaruhi kegiatan transpirasi.
Factor- factor luar yang mempengaruhi transfirasi.
·         Sinar matahari
sinar menyebabkan membukanya stoma dan gelap menyebabkan tertutupnya stoma, jadi banyak sinar berarti juga mempergiat transpirasi. Karena sinar itu juga mengandung panas (terutama sinar infra-merah), maka banyak sinar berarti juga menambah panas, dengan demikian menaikkan tempratur. Kenaikan tempratur sampai pada suatu batas yang tertentu menyebabkan melebarnya stoma dan dengan demikian memperbesar transpirasi
·         Temperature        
Merupakan faktor lingkungan yang terpenting yang mempengaruhi transpirasi daun yang ada dalam keadaan turgor. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang kena sinar matahari mempunyai suhu 10o -20o F lebih tinggi daripada suhu udara
 Pengaruh tempratur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain, yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air di dalam daun dan tekanan uap air di luar daun.
·         Kelembaban udara
Pada kondisi alamiah, udara selalu mengandung uap air, biasanya dengan konsentrasi antara 1 sampai 3 persen. Sebagian dari molekul air tersebut bergerak ke dalam daun melalui stomata dengan proses kebalika transpirasi. Laju gerak masuknya molekul uap air tersebut berbanding dengan konsentrasi uap air udara, yaitu kelembaban. Gerakan uap air dari udara ke dalam daun akan menurunkan laju neto dari air yang hilang. Dengan demikian, seandainya faktor lain itu sama, transpirasi akan menurun dengan meningkatnya kelembaban udara
2.3. Alat dan Bahan
2.3.1. Alat
1)                 Botol 4 buah
2)                 Penggaris
3)                 Kertas tabel

2.3.2. Bahan
1)             Batang Alamanda sp
2)             Air
3)             Kapas
2.4. Hasil pengamatan
                          2.4.1. Tabel II  hasil pengamatan.
NO
Hari/tanggal
Perubahan yang di amati
paraf
Ket
Volume awal
Volumeakhir
Volume kekurangan air
TD
D3
D6
D12
TD
D3
D6
D12
TD
D3
D6
D12


1
Kamis/5/5/11
15
15
15
15
14,5
14
13
12
0,5
1
2,3
3


2
Sabtu/7/5/11
14,5
14
13
12
14,2
13,3
12,7
11,9
0,3
0,7
0,1
0,1


3
Senin/9/5/11
14,2
13,3
12,7
11,9
14
13,2
12,5
11,8
0,2
0,1
0,2
0,1


4
Rabu/11/5/11
14
13,2
12,5
11,8
13,6
12,8
12,2
11,7
0,4
0,4
0,3
0,1


5
Jum’at/13/5/11
13,6
12,8
12,2
12,1
11,6
13,5
12,7
12,1
11,6
0,1
0,1
0,1


6
Minggu/15/5/11
13,5
12,7
12,1
11,6
13,4
12,5
11,8
11,5
0,1
0,2
0,3
0,1


7
Selasa/17/5/11
13,4
12,5
11,8
11,5
13,2
12,4
11,5
11,4
0,2
0,1
0,3
0,1






2.1.4.2. Pembahasan
Pada pengamatan yang ke II ini yaitu transfirasi/ transportasi pada tanaman batang Alamanda sp. Sat melakukan pengamatan  yang pertama telah kami dapatkan bahwa batan alamanda  yang berdaun 3, berdaun 6,berdaun 12,dan tanpa daun telah mengalami perubhan di mana terjadi penguguran daun di setiap batang yang dia amati. Pada saat pengamatan juga kami melakuan pengukuran pada setiap volume awal air dalam botol, pada saat pertama kali penanaman. Kemudian dilanjutkan dengan   mengmati volume akhir air pada tanaman batang alamanda, sampe dengan mengamati volume kekurangan air , pada saat
Penamatan yang ke ll tarjadi perubahan transfirasi pada batang Aalamanda sp di tunjukan pada gugurnya semua daun-daun pada setiap batang alamanda. Di tunjukan pada terjadinya transfirsi. Di mana dalam peroses ini, ketika air menguap dari sel lebuh dalam di mesopil, maka cairan dalam sel mesofil akan mejadi semakin jenuh. Sel-sel ini kan menarik air melalui osmosis dari sel-sel yang berada didaun. Sel ini pada akhirnya menarik air yang diperlukan dari jaringan xylem yang merupakan kolom berkelanjutan dari akar ke daun, mka dari itu peroses penguapan air dari sel mesopill daun disebut transfirasi . dan sampe dengan pengamatan yang terakhir sudah banyak mengalami perubahan dengan tumbuhnya tunas-tunas baru pada setiap batang Alamanda sp  dan tumbuhnya akar-akar pada setiap bawah batangnya, dan tanaman tersebut melakukan pengambilan air dengan cara disebut peroses tarikan transfirasi dan selama akar terusmenerusmenyerap air dari dalam tanah dan transfirasi terus terjadi, air akan trus di angkut kebagian atas sebuah tanaman.








2.3 Acara III (MORFOGENESIS/PERKECAMBAHAN)
2.3.1 Tujuan
Mengamati factor-faktor yang brpengaruh terhadap perkecambahan 
2.3.2 Kajian Pustaka
Perkecambahan merupakan keluarnya radikula menembus kulit biji mikrofil dan testaair masuk ke biji melalui oksigen untuk respirasi.
     Plumula Daun pertama diferensiasipada saat perkecambahan, sel2 embrio membelah menghasilkan banyak sel yang berbeda-beda. Ini disebut  tunas embrionik, akar embrionik, kotiledon3 bagian embrio dalam biji  meristem apikal, meristem interkalar, dan meristem lateralmerisem ada? primordiumbakal daun lendirtudung akar suka menyekresikan  tanaman menahuntanaman berkayu yang merupakan tumbuhan dikotil teori histogen dan teori tunika korpusteori tentang perkembangan meristem apikal diterangkan dengan teori teori tunika korpusteori yang menyatakan bahwa titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan terdiri atas 2 zona yang terpisah susunannya, yaitu tunika dan korpus. teori histogenTitik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan disebut dengan histogen. kambiumvaskuler (berperan di vaskuler, xilem dan floem) dan gabus/felogen (gantiin epidermis yang rusak) kambium intravaskulerkambium yang klo membelah keluar floem, klo kedalam xilem.      
             Organogenesis enzimsuhu tinggi dapat merusak hormon perkecambahanauksin, asam traumalin, dan giberilin gensintesis protein pada saat diferensiasi sel terutama ditentukan oleh faktor.. auksinsetek tanaman tanpa tunas dapat membentuk akar adventif jika diberi hormon.. mencegah rontoknya daunpengaruh auksin yang berawanan dengan asam absisat adalah.. menebalkan batanggas etilen dapat membantu tumbuhan menahan pengaruh angin dengan cara.. diferensiasisel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi struktur auksinIAA (Indol Acetik acid), yang mirip dengan asam amino triptophan. efek hormon sitokininpemanfaatan sitokinin secara umum menyebabkan pertumbuhan tunas-tunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadi rimbun. jenis hormon asam absisat (ABA)Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin. yang mempengaruhi gas etilenPembentukkan gas etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh CO2 etilen dan giberelinInteraksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus. defisiensiGejala Kekurangan unsur hara disebut.. vernalisasipeningkatan perkecambahan atau pembungaan oleh suhu rendah. fotoperiodismerespon tumbuhan terhadap panjang pendek sinar matahari. hormon fotoperiodismefitokrom (sterling B. Hendrik) jenis tumbuhan dari fotoperiodismetumbuhan hari pendek, tumbuhan hari panjang, dan tumbuhan hari netral. pH asam meracuni tanamankarena mengandung unsur Al, Mo, dan Zn proses metabolismeRespirasi (katabolisme) dan sintesis (anabolisme). reaksi ATPATP --> ADP --> AMP olongan enz
            Pergantian kulit, mendorong karakteristik dewasa skutelumkotiledon pada beberapa tumbuhan monokotil disebut.. melindungi embriokoleoriza (melindungi akar) dan koleoptil (melindungi calon batang) perikarpdinding buah yang paling tebal 3 bagian embrioradikula, kotiledon, dan kaulikulus jaringan primerdaerah diferensiasi disebut.. primordiadaun yang muncul dari kuncup tunas disebut.. palmaepertumbuhan sekunder umumnya pada gymnospermae dan dikotil. Kalau monokotil pada konsentrasi tinggigiberilin merangsang pembentukan akar jika hanya..
                    
2.3.3 Alat dan Bahan
         2.3.3.1 Bahan
a)              Biji Arachis hepogeaI
b)             Biji  Tamarindus indicus
c)              Biji Zea mays
        
2.3.3.2  Alat
a)                  Cawan petr
b)                  Kertas label

2.3.4 Hasil Pengamatan
         2.3.4.1 Tabel 3.1 Tabel Hasil Pengamatan
NO
Hari/tggal
Perubahan Biji
Paraf
Ket
C1(Ah)
C2(Ti)
C3(Zm)
1
Kamis/5/5/11
Bijinya blim ada prubahan
Blum ada prubahan pad biji
Blum ada perubahan


2
Sabtu/7/5/11
Biji blm ada prubahan
Blum ada pruban juga
Bijinya sudah mengalami prubahan


3
Senin/9/5/11
Bijinya udah membengkak tapi blum ada tanda perkecambahan
Bijinya sudah mulai ada perubahan dengan kliatan endosperemnya
Bijnya sudah terjadi imbibisi,dan membengkak


4
Rabu/11/5/11
Blum terjadi imbibisi
Bijinya membengkak dan sudah kliatan endosperemnya
Terjadi imbibisi pada sebagian biji


5
Jum’at/13/5/11
Blum, ada perubahan selain sudah membengkak saja
Sudah nyata kliatan endosperemnya
Bijinya belum mulai perubahan lagi,slain membesar saja


6
Minggu/15/5/11
Bijinya kini sudah mulai perkecambahan
Bijinya sudah mengalami pengelupasan dan semakin membengkak
Bijinya mash  blum ada prubahan lagi


7
Selasa/17/5/11
Sebagian biji sudah ada tanda kliatan radikulanya.
Bijinnya semakin mengelupas dan  membengkak 
Bijinya semakin mengalami kemunduran dalam perkecambahan



     2.2.4.2 Pembahasan
Pada pengamatan yang telah kami lakukan, banyak kamia dapatkan mulai dari perubahan Arachis hipogea  yang dimana pada pengamatan yang pertama, biji awalny belum ada samasekali perubahan yang terjadi, kemudian sampai dengan pengamatan yang ke tujuh, kondisi pada bijinya sudah mulai keliatan ada perubahan di tujukkan dengan bagian kulitnya membengkak,berlendir,dan mengalami keretakan pada bgian kulit luar yang membungkus bagian endosperemnya, kini sudah nyata kliatan dan sudah ada tanda perkecambahan dan awali dengan tumbuhnya plamula atau radikula. Selanjutnya pada biji Tamarindus indicus mulai terjadinya perubahan pada pengamatan yang ke 3 dimana pada sepesimen tersebut mulai ada perubahan pada bijinya yang di sana terjadi imbibisi dimana yaitu suatu peruses difusi,osmosis,dan absorpsi, karena sel benih yang kering mempunyai nilai tekanan osmosis yang tinggi menyebabkan air bergerak dari tekanan yang rendah ketekanan yang tinggi, diman juga dinding sel kulit benih permeable terhadap molekul air, kemudian pada sepesimen Zea mays perubahan yang terjadi mulai adanya pada pengamatan yang ke dua,tiga,dan pengamatan yang ke 4, karena baru ada perubahan ditunjukan pada kulitnya yang membesar, dan terjadi imbibisi, kemudian pada pengamatan yang ke satu ke lima sampe ke tujuh tidak ada lagi perubahan yang di tunjukan, karena tridak ada lagi air yang masuk kedalam benih sehingga peruses terjadinya reaktivasi enzim dan hormone terhenti, mengakibatkan biji tersebut pertumbuhannya terhenti.

2.4 Acara IV (FOTOTROPISME)
 2.4.1 Tujuan
Mengetahui pengaruh cahaya terhadap arah tumbuh tumbuhan
 2.4.2 Kajian Pustaka
. Biji dikecambahkan pada tiga jenis tempat, tempat gelap dan tertutup total, tertutup sebagian dan terbuka sebagai control. Setelah satu minggu didapatkan tanaman pada tempat tertutup memiliki batang yang tinggi, daun yang pucat. Tanaman di tempat tertutup sebagian yang batangnya membelok ke arah lubang yang terkena cahaya dan tanaman yang dibiarkan terbuka memiliki daun yang hijaul.                    
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Factor yang mempengaruhi garak fototropisme adalah hormon auksin yang sensitive terhadap arah datangnya cahaya. Pergerakan tanaman hanya dilakukan oleh sebagian organ-organnya saja. Pergerakan ini dipengaruhi oleh factor rangsangan dari luar seperti cahaya, sentuhan dan gravitasi bumi juga dari dalam bagian tumbuhan sendiri seperti pergerakan sitoplasma sel. Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Gerak bagian tumbuhan yang menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok ke arah datangnya cahaya (Anonim,2009). Pada banyak spesies dapat diketahui bahwa tanaman dapat mengatur pemunculan daunnya secara aktif menuju arah datangnya cahaya. Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang tidak dapat berpindah tempat secara aktiv. Pergerakan tanaman hanya dilakukan oleh sebagian organ-organnya saja. Pergerakan ini dipengaruhi oleh factor rangsangan dari luar seperti cahaya, sentuhan dan gravitasi bumi juga dari dalam bagian tumbuhan sendiri seperti pergerakan sitoplasma sel. Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Dan Pertumbuhan Tumbuhan
Banyak faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi / dorman yaitu berhenti melakukan aktifitas hidup. Faktor pengaruh tersebut yakni :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
               Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
2. Faktor Kelembaban
             Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya Matahari
               Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
                 Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi mata
 2.4.3 Alat dan Bahan
    2.4.3.1 Alat
a)  Boks /kotak/kardsus
b) Tanah dan pasir
c)  Pengaris
  
2.4.3.2 Bahan
a)  Biji Zea mays
b) Polybag ukuran sedang
c)  Tanh dan pasir

2.4.4.2 Pembahasan
Pengamatan yang kami lakukan yang IV mengenai Fototropisme atau gerak pada tumbuhan, yang dimana pada pengamatan yang pertama pada tanaman yang berada di kotak yang terbuka dimana tanaman yang brtada di kotak terbuka, warna batnganya kemerahan,warna daunnya hijau dan tinggi batangnya sekitar 0,5 yang kami dapatkan dan jumlah helaiannya daunnya hanya satu saja kemudian arah pertumbuhannya tegak , lain halnya dengan tanama Zea mays yang di tempat tertutup total warna batang,warna daunnya sam putih pada bagian batangnya, daunnya putih kuning, namun jumlah helaian daun,hanya 1 helai saja dan arah pertumbuhannya membengkok pada tanaman yang tertutup, sedangkan yang setengah terbuka tanamannya mengarah ke sumber cahaya, diman semua jenis perlakuan pada tanaman tersebut memiliki factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan tersebut, diantaranya , factor suhu,factor kelembaban, factor cahaya matahari,factor hormone .namun semua factor tersebut bisa saja menjadi alas an atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertuimbuhan tanaman pohon,apabila factor tersebit tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi atau berhentinya melakukan aktifitas pertumbuhan sehingga tanaman itu pun bisa mati.  





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar